Rezka-ok

Rezka Oktoberia, Anggota DPR RI

Bukti Eksistensi Perempuan di Dunia Politik Indonesia

Representasi perempuan di bidang politik memang masih jauh dari harapan. Berbagai latar belakang, baik budaya dan kebiasaan, masih menjadi salah satu alasan yang membelenggu perempuan untuk ikut terlibat dalam kancah politik di Indonesia. Namun, perubahan dan perbaikan tetap terus dilakukan. Hak-hak perempuan yang dulu dibatasi dinding kesenjangan, saat ini telah memudar dan mulai menunjukkan perkembangan bahwa perempuan juga memiliki potensi, kualitas, dan mampu memberikan perubahan positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut dibuktikan oleh Rezka Oktoberia.

Wanita Minang kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, 6 Oktober, ini menjadikan jalur politik sebagai salah satu cara untuk berkarya dan menunjukkan bahwa wanita Indonesia dapat bersaing dengan para pria. “Saya memilih politik sebagai jalur pengabdian dan perjuangan. Selama ini dunia politik masih dianggap sebagai dunianya kaum Adam. Dunia yang sangat maskulin, penuh intrik, dan cenderung dianggap negatif. Namun saya kira, maskulinitas politik harus diimbangi dengan feminimisme yang penuh kelembutan sehingga politik tidak selalu harus memukul, tapi merangkul,” ungkapnya.

Bagi Rezka tidak ada bias gender dalam dunia politik. Kedudukan perempuan dan pria adalah sama. “Saya selalu mengajak para perempuan Indonesia untuk tidak takut memasuki gelanggang politik. Mari kita gunakan politik sebagai ruang pengabdian dan perjuangan. Di era modern seperti sekarang, tidak boleh lagi ada dikotomi gender di semua aspek kehidupan, terutama ruang untuk berkarya,” jelasnya.

Perubahan dan perkembangan zaman telah mengubah nasib perempuan Indonesia di berbagai bidang. Perempuan kini memiliki hak dan kesempatan yang sama. “Perempuan Indonesia sebagaimana pria memiliki talenta serta harus mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama dalam melahirkan karya-karya mereka. Artinya kemerdekaan berkarya adalah hak setiap orang tanpa harus membedakan jenis kelamin. Saya senantiasa mengajak dan mendukung, khususnya kalangan perempuan untuk melahirkan karya terbaiknya. Derajat terbaik manusia adalah yang memiliki karya dan bermanfaat bagi orang banyak tanpa harus terbelenggu oleh gendernya,” tegas Rezka.

Sukses Itu Relatif

Rezka memang sosok yang memperjuangkan dan ingin membuktikan bahwa perempuan Indonesia bisa bersaing dengan pria. Perempuan Indonesia hanya perlu percaya diri dan terus bekerja keras. “Setiap orang dianugerahi bakat, kemampuan, dan potensi masing-masing. Jadilah diri sendiri, mengenali dengan baik potensi diri, dan jalani maksimal pilihan yang sudah diambil. Kita akan mampu mandiri saat kita memutuskan pilihan atas dasar kemampuan dan potensi yang dimiliki. Bukan ikut-ikutan atau latah dan terbawa arus pilihan orang lain, ingat, mereka sudah pasti memiliki bakat dan kemampuan yang tidak sama satu sama lain,” ingatnya.

Bagi Rezka, kesuksesan bukanlah tujuan akhir yang ingin dicapainya. Sukses itu adalah proses, “Kesuksesan itu relatif. Setiap orang punya definisi dan alat ukur kesuksesan masing-masing. Namun bagi saya, sukses adalah ketika kita bekerja dan meraih keinginan dalam karier dengan kesungguhan, kefokusan, dan antusias positif serta mampu membuat banyak orang juga mengalami kesuksesan. Selain itu, pikiran terbuka dan positif atas kemajuan merupakan hal penting yang harus dimiliki untuk meraih kesuksesan,” jelasnya.

Rezka mengakui berusaha secara maksimal dalam melahirkan karya-karyanya. “Saya tidak selalu mematok target. Tapi saya selalu berusaha maksimal untuk melahirkan karya-karya. Saya percaya, hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Hasil terbaik akan kita dapatkan dari segala ikhtiar yang kita usahakan,” pesannya.

Terinspirasi Sosok Almh. Ibu Ani SBY

Tokoh yang selama ini menginspirasi langkah Rezka selain dari Ibu kandungnya sendiri,  adalah sosok Almarhumah Ibu Ani Yudhoyoho. Bagi Rezka, sosok Ibu Ani adalah sosok perempuan ideal dan paripurna. “Beliau sukses menjalankan semua fungsi seorang wanita yang melekat pada diri beliau. Sebagai anak, beliau adalah anak yang berbakti kepada orang tua. Sebagai Istri, beliau sukses mendampingi Bapak Susilo Bambang Yudhoyono membangun karier dan keluarga. Beliau terus mendampingi dan berjuang dari nol sebagai istri prajurit hingga menjadi seorang Ibu Negara selama 10 tahun,” ungkap Rezka yang hobi sepeda, travelling, olahraga, bernyanyi, mendengarkan music, serta menonton dan membaca ini.

Tidak hanya itu, Ibu Ani juga sukses sebagai seorang Ibu. “Beliau sukses mendidik kedua putra terbaiknya. Sebagai politisi, beliau pernah menjadi Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, beliau sukses sebagai Pemimpin yang mampu merekat semua potensi yang ada dan menjadi simbol kekuatan partai bersama pak SBY. Bagi saya, potret dan jejak langkah Ibu Ani Yudhoyono di semua lapangan kehidupan merupakan inspirasi dan saya yakin demikian juga dirasakan oleh perempuan Indonesia yang mengikuti beliau, baik secara langsung maupun tidak,” tuturnya. Selain Ibu Ani, Rezka juga sangat mengagumi sosok Ibunya. “Ibu dengan sabar membimbing anak-anaknya dengan segala keterbatasan karena Ayah telah almarhum sejak 1999. Intinya, ibu saya adalah inspirasi dan motivasi dalam tiap detik perjalanan hidup saya. Ibu juga jadi saksi bagaimana semua proses saya dikala duka, dan bagaimana saya disaat suka. Ibu adalah segalanya bagi saya. Tanpa Ibu, saya ini bukan siapa-siapa,” ungkap Rezka.

Mandiri & Menghasilkan Karya Luar Biasa

Seperti Kartini, wanita Indonesia harus mandiri dan berkarya tanpa lupa kodrat sebagai kaum hawa. Kalimat ini keluar dari mulut wanita hebat yang merupakan bungsu dari 3 bersaudara, yang juga merupakan cucu dari salah satu Pejuang Peristiwa Situjuah yang dimakamkan dikuburan Salapan Limapuluh Kota. “Menurut saya, Kartini Hebat Kartini Yang Berkarya ada 2 hal. Yang pertama, Ibu Kita Kartini, sebagai simbol perjuangan kaum perempuan untuk mandiri dan bekerja keras dalam menggapai cita-citanya melalui ilmu dan pengetahuan. Yang kedua, pesan ini adalah pesan motivasi dan semangat untuk para perempuan Indonesia yang saat ini makin banyak yang memiliki karya-karya nyata yang bermanfaat serta berguna bagi kemajuan bangsa. Nah, arti dari Kartini Hebat Kartini Yang Berkarya merupakan slogan bagi kemandirian, perjuangan, dan semangat kaum perempuan Indonesia dalam menghasilkan karya-karya yang luar biasa bagi daerah, bangsa dan negara,” ujar Rezka.

Rezka memiliki pandangan tentang sosok Kartini masa kini, bahwa sudah banyak sekali melihat berbagai perubahan dan perkembangan kaum kartini-kartini Indonesia saat ini. “Sudah banyak prestasi, inovasi dan kreativitas yang dihasilkan oleh perempuan Indonesia. Maka, saya sangat optimis, ke depan, para perempuan di Indonesia akan semakin maju dan mendunia. Kata Ketum saya, Ketum AHY, perempuan adalah tiang penyangga bangsa. Jadi, kalau tiang penyangganya ini maju, maka itu adalah penanda bahwa bangsanya juga maju. Saya ini belum apa-apa dibanding banyak senior perempuan yang lain. Yang saya bisa suarakan dari dulu hingga hari ini untuk kaum perempuan Indonesia jangan berhenti untuk belajar. Baik belajar di ruang kelas maupun di luar ruang kelas. Di kelas, kita bisa tahu bagaimana teori dan konsep. Di luar kelas, kita bisa belajar soal bagaimana teori dan konsep itu dijalankan. Kita juga bisa belajar tentang kekalahan dan kemenangan. Yang paling penting, “Menang Tidak Terbang, Kalah Tidak Patah”. Arti perjuangan Kartini, sangat besar bagi saya pribadi dan seluruh perempuan di Indonesia. Kartini adalah simbol perlawanan, Kartini adalah simbol perjuangan, Kartini adalah simbol kemajuan perempuan Indonesia. Ini yang selalu menjadi bahan renungan saya ketika membaca sejarah Kartini,” tutup Rezka dengan mengucapkan ‘Selamat hari Kartini untuk semua perempuan Hebat Indonesia, untuk para kartini-kartini muda’.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *