Novita-oke

Novita Pratika Ismayanti, SE

Wanita Harus Mandiri & Berkarya  

Perjuangan RA Kartini berhasil mendobrak kebiasaan dan tradisi lama masyarakat Indonesia. Tradisi lama mengharuskan wanita hanya ada di rumah, tidak memiliki peran dan tidak bisa melakukan apa pun. Bahkan wanita harus pasrah menerima kodratnya. Kini, berkat perjuangan Kartini, wanita Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan kaum pria. Meski masih ada, namun diskriminasi sudah perlahan menghilang.

Namun, segala perjuangan Kartini hanya akan berarti jika diisi dengan karya. Semua kesempatan akan memberikan kesuksesan jika disertai kerja keras. Hal ini dibuktikan oleh salah satu sosok Kartini Modern, Novita Pratika Ismayanti, SE. “Saya menekuni pekerjaan secara profesional selama 31 tahun sebagai pencipta lagu anak. Namun  kesempatan ini tidak serta merta saya raih. Saya mulai perjuangan dan kerja keras sejak saya masih SD, mulai dari jualan es lilin, jaga toko kelontong, jualan rujak es krim,” terang istri dari Satrio Galih Wicaksono.

Ketika kelas dua SMA, almarhum Ayah Novita sakit dan mengatakan untuk kuliah harus berusaha sendiri. “Berkat keahlian saya bermain musik, saya mendapat tawaran mengajar. Hasil dari mengajar itu membuat saya bisa kuliah di UGM di empat jurusan berbeda,” kenangnya.

Kreatif, mampu menghasilkan karya yang bermanfaat, dan mandiri merupakan cerminan Kartini Hebat Kartini yang Berkarya. “Wanita Indonesia yang memiliki visi yang jelas untuk menghasilkan karya bermanfaat. Tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Kartini Modern juga dituntut untuk kreatif dan mandiri sehingga mampu bersaing dengan kaum pria,” jelasnya.

 

Kerja Keras & Tekad Kuat

Kerja keras dan tekad kuat yang dimiliki Novita terinspirasi dari perjuangan orang tua. “Ibu dan Ayah merupakan inspirasi terbaik saya. Mereka sangat mandiri dan mendidik saya secara keras. Almarhum Ayah merupakan Kepala Dinas. Namun beliau meniti karier dari bawah dari orang yang tidak mampu. Mereka juga mengajarkan saya jangan pernah mengemis atau meminta kepada orang lain. Jika kamu tidak mengerjakan atau kamu belum melakukan sesuatu, maka jangan meminta secara cuma-cuma. Keluarga saya mendidik dan menanamkan moral kalau kamu punya uangnya cuma segini ya pakailah sesuai dengan uang yang ada. Jangan berhutang hanya untuk dipandang orang atau sekedar gengsi,” ujar ibu tiga anak, yaitu Kevin, Kevan, Novan ini.

Bagi pencipta lagu kelahiran Sleman, 30 November ini, wanita Indonesia harus bisa mandiri dan tidak hanya meminta. “Jangan hanya menggantungkan diri kepada pria. Wanita harus mandiri, harus punya karya. Jangan mementingkan cantik secara fisik. Tapi juga inner beauty atau kepribadian yang baik dan diimbangi dengan wawasan yang luas. Jangan seperti pepatah Jawa ‘itu hanya konco wingking’ atau hanya mengharapkan suaminya atau hanya minta-minta. Pokoknya, jangan menjadi wanita lemah,” imbuhnya.

Sebagai seorang guru musik dan pencipta lagu anak-anak, Novita ingin turut memberikan inspirasi bagi wanita Indonesia lainnya, khususnya berkenaan dengan lagu-lagu anak. “Saya prihatin dengan keadaan anak-anak sekarang, khusus jika bicara mengenai lagu-lagu anak. Tidak banyak pencipta lagu anak yang bisa menjadi seperti sosok Ibu Kasur. Semoga lagu-lagu ciptaan saya mampu memberikan nuansa baru bagi anak-anak,” ungkapnya.

 

Apresiasi & Penghargaan

Kesuksesan hanya bisa diikuti dengan ketekunan dan terus belajar hal baru. “Saya hanya berusaha tekun, selalu belajar memperbaiki diri, dan fokus dalam satu bidang yang saya cintai. Meski banyak tawaran dan godaan. saya tetap fokus pada bidang saya ini karena kecintaan saya kepada anak-anak. Keinginan belajar musik itu lebih dominan dan ini memang passion saya,” tegasnya.

Novita merasakan sebuah kebanggaan ketika berhasil menciptakan lagu anak-anak. Lagu yang diterima masyarakat dan diapresiasi secara nasional. Namun  hal tersebut tidak membuat Novita berpuas diri. “Alhamdulillah saya bukan tipe orang yang gampang puas dengan lagu ciptaan. Saya bahkan selalu menerima masukan mengenai lagu. Kalau inspirasinya berasal dari kehidupan pribadi ketika masih kanak-kanak dan kehidupan pribadi muridnya,” ungkapnya.

Tidak heran jika Novita mendapat apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak. “Alhamdulillah saya mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan di Gema Pertiwi 2020 untuk lagu Lestarikan Alam Kita  lagu lain, yaitu Sahabat Seperti Bintang juga mendapatkan apresiasi di Video Pendek Terbaik di Gema Pertiwi 2020. Apresiasi lainnya dari Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia. Adapula dari aplikasi Bintang Kecil Indonesia untuk lagi 4 sehat 5 Sempurna mengenai makanan sehat dan lagu Hidup Sehat tentang pendidikan karakter. Lagu lainnya juga Alhamdulillah mendapat apresiasi, seperti lagu Mama Papa Tersayang,” tuturnya.

 

Pola Hidup Sehat

Selama pandemi, tidak hanya menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, Novita juga melakukan pola hidup sehat. Novita tidur minimal tujuh jam dan break saat jam 8 jam atau 9 malam untuk istirahat. “Saat jam 03.30, saya sudah bangun untuk Shalat Tahajud, lanjut Shalat Subuh, dan mengaji. Rutinitas ini saya kerjakan setiap hari saya. Saya jarang tidur malam apalagi begadang. Kesehatan itu mahal harganya. Jadi konsumsi makanan bergizi secara teratur dan hindari makanan berlemak dan santan,” ungkap Branch Manager Purwa Caraka Music Studio dan Lagu Anak Novita Family.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *