Hj Supriani Subroto

Hj. Supriani Subroto (Pengusaha)

Selalu Belajar Hal Baru Demi Meraih Sukses

Wanita Indonesia patut berbangga karena memiliki sesosok pahlawan wanita seperti Raden Ajeng Kartini. Berkat perjuangan membela emansipasi wanita, maka kini banyak lahir para Kartini Modern. Sosok penerus Kartini yang juga berani menyuarakan aspirasi dan meraih mimpi demi masa depan.

Perjuangan Kartini merupakan sebuah revolusi yang membuka jalan bagi wanita Indonesia untuk mencapai kesetaraan. Karena itulah, perjuangan Kartini harus diteruskan dan diwariskan. Demikian penegasan Hj. Supriani Subroto mengenai perjuangan Kartini.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan wanita Indonesia? “Jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Tidak hanya sekedar bermimpi, tapi juga berusaha mewujudkan mimpi itu. Kita harus menjadi perempuan yang tak hanya sekedar berpatokan pada standar kecantikan semata. Kita harus mengedepankan intelektualitas, nilai, sikap, dan tingkah laku yang baik. Sebab peran perempuan sangatlah penting bagi lingkungan sekitarnya,” tegas Hj. Supriani seraya mengutip kata inspiratif Kartini bahwa ‘Sampai kapanpun, kemajuan perempuan itu ternyata menjadi faktor penting dalam peradaban bangsa’.

Bagi pengusaha wanita sukses kelahiran Tulungagung, 7 Juli ini, Kartini Modern merupakan sosok Kartini Hebat. “Kartini Modern merupakan cerminan Kartini. Sosok wanita yang berani menyuarakan aspirasi serta ide-ide nya. Mereka juga mampu menentukan masa depan dan mewujudkan mimpi dengan menjadi seorang pribadi yang berintegritas serta berkarakter kuat. Tidak peduli dari latar belakang ekonomi maupun pendidikan. Selagi memiliki keinginan kuat dan secara konsisten mau memperjuangkan mimpinya, saya rasa mereka patut disebut sebagai Kartini Hebat,” jelasnya.

Kartini Modern juga merupakan sosok Kartini yang Berkarya. “Tentunya ini berkaitan dengan pencapaian yang sudah dilakukan. Menurut saya, Kartini Berkarya adalah mereka yang mampu terus menuangkan kreatifitas tanpa batas, turut berkontribusi dan ikut menyumbangkan berbagai terobosan baru di era ekonomi global yang fluktuatif ini,” terangnya lagi.

Bagi Hj. Supriani, Kartini Modern haruslah menjadi penerus perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak dan kebebasan wanita. “Kita sebaiknya bersyukur, karena saat ini wanita Indonesia memiliki peluang yang lebih besar dalam meraih mimpinya. Akses untuk memaksimalkan potensi diri juga lebih besar. Terlebih perkembangan teknologi sangat bermanfaat dan menjadi peluang yang baik,” tutur istri dari Mej (R) Hj Mohd Salleh.

 

Perjuangan Karier

Karier Hj. Supriani tidaklah mulus. Banyak perjuangan disertai kerja keras, air mata, dan doa. “Awalnya saya merintis usaha makanan dengan membuka catering kecil. Lambat laun usaha catering saya semakin berkembang dan saya pun mulai merambah ke dunia Food and Beverage. Kemudian saya membuka restoran dengan mengangkat cita rasa masakan Indonesia yang autentik menggunakan resep turun menurun dari keluarga,” kenangnya.

Dari bisnis restoran tersebut, usaha Hj. Supriani semakin berkembang hingga memiliki beberapa cabang, di bawah pengelolaan PT Wira Rimba Group. Termasuk industri seafood crackers “Pekatan” yang pabriknya berada di wilayah perindustrian Lambak Kanan, Bandar Seri Begawan, Brunai Darussalam. Usaha Hj. Supriani tidak serta merta berhenti. Ia terus menjalin relasi bersama kolega dan memberanikan diri untuk ikut berbisnis di luar F&B, yakni bisnis pertambangan, kayu, serta konstruksi.

Hj. Supriani kini memiliki beberapa perusahaan. Ada PT Waskita Marga Anugerah dan PT Mutiara Rimba Alam (Indonesia), kemudian

Wirarimba SDN BHD (Hong Kong) dan Seri Pekatan SDN BHD; Wirarimba SDN BHD; De, BANNA; dan BALI PISTOP (Brunai Darussalam).

“Saya selalu berkeinginan memperluas jangkauan bisnis di bidang lain, karena saya termasuk pribadi yang selalu ingin belajar hal baru. Namun saya tidak akan pernah melupakan bahwa dunia kuliner yang membawa hingga seperti sekarang. Saat ini, saya masih aktif menjadi bagian dari organisasi ICA (Indonesian Chef Association),” ujarnya.

Meski menjadi sosok wanita karir dan pengusaha sukses, Hj. Supriani tidak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang ibu rumah tangga. “Saya memang seorang pengusaha. Tapi saya juga tetap seorang ibu untuk ketiga anak saya. Saya hanyalah seorang istri untuk suami. Namun saya berhasil membuktikan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin bagi seorang wanita untuk menjalankan kodratnya seraya meraih mimpinya. Ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi terhadap apa yang saya capai dalam hidup. Saya masih suka memasak di rumah untuk anak dan suami. Saya masih suka jalan bersama keluarga, bahkan pergi nonton bioskop ditemani anak dan suami,” ungkapnya.

Bisnis memang penting. Namun keluarga tetap nomor satu. “Jangan kita melupakan keluarga untuk sekedar mencapai kesuksesan. Ingat, keluarga adalah segalanya. Semoga hal sederhana ini cukup memberikan inspirasi untuk Kartini Modern,” ingatnya.

 

Harus Lebih Berani

Wanita Indonesia seharusnya mampu untuk memperjuangkan apa yang mereka harapkan dan berani mengambil keputusan. “Saya harap wanitabIndonesia lebih berani. Berkembangnya usaha saya tidak lepas dari keberanian saya untuk membuat keputusan yang lebih besar. Mencoba hal baru yang belum pernah saya ketahui. Saya selalu tertantang untuk melakukan itu,” pungkasnya.

Tidak ada alasan bagi seorang wanita untuk takut menekuni bisnis dan belajar dari kegagalan. “Wanita Indonesia punya kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup. Lalu, mengapa harus takut mencoba? Padahal kegagalan merupakan ajang untuk belajar menjadi lebih baik. Kesuksesan memang tidak dapat dicapai dalam waktu satu malam saja. Ada proses di dalamnya, dan karena itulah hendaknya kita selalu melakukan yang terbaik. Jangan lupa untuk selalu berdoa, beribadah, dan meminta kemudahan dari Allah SWT. Maka segala usaha dan urusan kita akan dipermudah,” imbuhnya.

Terkait kunci sukses, bagi Hj. Supriani, setiap individu memiliki kunci sukses yang berbeda. “Namun saya yakin, kerja keras adalah kunci utama. Selain kerja keras, tanamkan nilai kejujuran. Sebab kejujuran menciptakan kepercayaan, dan kepercayaan, Insya Allah, akan membuka jalan bagi kita untuk selalu amanah terhadap apa yang kita kerjakan. Jangan lupa pula untuk selalu bersedekah. Ingat, segala apa yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan Allah. Bersedekah tidak akan mengurangi secuilpun rejeki kita,” pesannya.

 

Inspirasi Sosok Ibu

Ibu merupakan cerminan sosok wanita yang kuat, mandiri, sekaligus pekerja keras. Maka tidak heran jika Hj. Supriani juga terinspirasi dari sosok sang Ibu. “Sejak usia tujuh tahun, saya melihat Ibu sebagai sosok wanita tangguh yang selalu mengajarkan pentingnya kedisiplinan dan kemandirian. Bangun pagi, mencuci, menyetrika baju sendiri hingga membantu Ibu berjualan. Hal tersebut sudah  menjadi rutinitas sedari kecil. Meski beliau tergolong pribadi yang keras, namun saya dapat melihat bahwa Ibu memiliki tekad untuk dapat membesarkan saya menjadi wanita tangguh dan kuat,” tuturnya.

Tidak hanya karakter, dari sang Ibu pula Hj. Supriani belajar bisnis. “Mulai dari usaha kecil-kecilan rumah tangga untuk berjualan kue keliling kampung. Kata Ibu, konsistensi dari apa yang dikerjakan suatu saat pasti akan membuahkan hasil. Dan apa yang ibu saya katakan benar adanya. Bahwasanya, usaha memang tidak akan mengkhianati hasil. Saya berada di titik ini tentunya tak luput dari doa serta dukungan dari Ibu,” tutupnya.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *