Eni Sumarni

Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes (Direktur PT. Wahana Dua Putra)

Kerja Keras, Bersaing & Berinovasi

Perjuangan Raden Ajeng Kartini memberikan spirit perubahan bagi wanita Indonesia masa kini. Slogan “Habis Gelap Terbitlah Terang” mampu menjadi obor kebangkitan wanita Indonesia dari keterpurukan masa lalu menjadi kebangkitan perempuan saat ini. Emansipasi menjadi suatu hal yang lumrah di zaman modern.

Arti perjuangan Kartini pun tidak dapat dinilai dan tak ternilai. “Sebuah perjuangan yang tulus mampu membawa perubahan yang baik bagi wanita Indonesia. Tugas kita adalah bagaimana meneladani dan merawat nilai-nilai luhur itu sehingga mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes.

Maka, tidaklah mengherankan jika ini lahir Kartini Modern yang mampu menghasilkan karya. Kartini Modern yang tidak kalah dan takut bersaing dengan kaum pria. “Kartini yang berkarya merupakan perwujudan dari kebangkitan wanita Indonesia sehingga mampu menorehkan prestasi dalam berbagai bidang, sehingga mampu bersaing secara baik dan profesional,” jelas Direktur PT. Wahana Dua Putra.

Berkat Kartini, banyak wanita Indonesia yang mampu berprestasi dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. “Kartini Modern mampu bersaing dengan siapa pun, baik tingkat nasional maupun internasional. Dengan berbagai bidang keahlian dan profesi, Kartini Modern saya yakin mampu menginspirasi untuk generasi yang akan datang,” tuturnya.

Wujud apresiasi bagi Kartini Modern dapat dilakukan dengan berbagai dukungan. “Kita dapat mengapresiasi para Kartini Modern dengan memberikan dukungan dalam segala bentuk prestasi yang ditorehkan. Kita support agar mampu memberikan banyak inspirasi bagi orang banyak sehingga semakin banyak Kartini Modern. Tentu kunci terpentingnya adalah kejujuran dan bekerja keras, karena tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan, pengorbanan serta keikhlasan,” imbuh istri dari Laksana Pertama TNI (Purn) H. Supriyadi, SE.

 

Perjalanan Karier

Menarik melihat latar belakang karier wanita kelahiran Sumedang, 27 Oktober ini. Awalnya Eni seorang Dosen Teknik Elektro yang memutuskan untuk pensiun dini dan beralih ke desain interior dengan mendirikan PT. Wahana Dua Putra Mandiri. “Setelah itu, saya menjadi kontraktor, lalu developer di beberapa daerah di Jawa Barat. Setelah itu, saya mengembangkan usaha SPBU. Alhamdulillah atas izin Allah, tahun 2014 saya berhasil menjadi anggota DPD RI Dapil Jawa Barat. Saya juga kembali di Pemilu 2019 sebagai DPD RI,” ujarnya.

Bagi Eni, kunci dari semuanya adalah do’a orang tua dan kejujuran. Orang tua memberikan Eni inspirasi dan memberikan contoh keteladanan. Dari orang tua juga Eni mendapatkan doa restu sehingga mempermudah semua aktivitasnya. “Selain itu, kita harus bekerja keras, mampu bersaing dan berinovasi. Memiliki jiwa kepemimpinan dan manajemen yang kuat serta mampu meningkat SDM,” imbuhnya.

Setiap aktivitas tentu saja harus memberikan yang terbaik. Agar hasilnya bermanfaat bagi semua orang. “Saya hanya menyampaikan bahwa wanita Indonesia harus bangkit dan berjuang seperti halnya Kartini di masa lalu. Saya berkeyakinan jika ada niat pasti ada jalan. Jangan pernah berpikir bahwa perempuan tidak bisa bersaing dan tidak mampu,” pesan ibu dari Fenny dan Trendiyar.

Ketika ditanya bagaimana menyikapi berbagai tantangan, Eni menjawab dengan bijak. “Setiap tindakan dan keputusan yang diambil tentu ada resikonya. Oleh sebab itu, kita harus siap menghadapinya dalam kondisi apapun. Untuk menyelesaikan kendala yg dihadapi tentu perlu menganalisa sebuah masalah dengan matang,” jawabnya.

Terkait tips tetap sehat saat Pandemi, mengikuti semua protokol kesehatan menjadi kunci utama. “Saya juga mengatur pola aktivitas, kemudian pola makan dan menjaga daya tahan tubuh, istrahat yang cukup,” tutupnya.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *