dra-farida

Dra Farida, MS Ketua 2 Pengurus Besar Ikatan Istri Dokter Indonesia & Direktur PT. Wanudya Pasopati

Kartini Adalah Lentera Keberhasilan Bagi Wanita Indonesia

 

R.A Kartini berjuang demi membela emansipasi wanita. Perjuangannya tidak sia-sia. Berkat pengorbanan beliau, wanita Indonesia kini memiliki hak dan dapat bersaing dengan kaum pria, mulai dari pendidikan, pekerjaan dan lainnya.

Berkat Kartini, kini banyak lahir Kartini modern. Sosok wanita Indonesia yang dapat mengikuti jejak sebagai sosok Kartini hebat yang berkarya. Salah satu Kartini modern tersebut ada pada sosok Dra Farida, MS. Wanita karir yang tidak hanya berhasil menjadi pengusaha sukses. Namun juga sebagai seorang ibu rumah tangga.

“Kartini merupakan lentera atau lampu yang berhasil menerangi wanita Indonesia. Dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang, kita akan melihat bagaimana perjuangan seorang Kartini yang ingin memajukan semua wanita Indonesia. Sekarang apa yang Kartini cita-citakan berhasil menjadi kenyataan,” jelasnya.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya wanita Indonesia mengapresiasi perjuangan Kartini dan menjadi wanita hebat dan berkarya. “Wanita Indonesia harus pintar, harus berkarya, dan harus bisa menjadi istri, menjadi ibu dan menjadi apa yang diinginkan oleh anak-anak dan keluarganya,” ungkapnya.

Sebagai salah satu Kartini Hebat yang berkarya, business woman kelahiran Tanjung Karang, 27 Februari ini, ingin turut menginspirasi wanita Indonesia lainnya untuk terus berkarya di bidang apa pun. “Tidak perlu melihat kesuksesan orang lain. Tapi kita berpedoman pada diri kita sendiri. Apa saja yang bisa kita lakukan, lakukan yang terbaik sebagai ibu rumah tangga, pegawai, pemimpin perusahaan, pendidik, atau sebagai organisatoris. Silahkan saja, tapi kita harus the best di bidangnya,” tuturnya.

Sebagai seorang pengusaha wanita, Dra. Farida juga ingin memberikan inspirasi bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui perjuangan. “Teruslah berjuang, tidak ada batasan umur untuk belajar. Belajar itu bukan hanya dari buku atau saat kuliah. Tapi dari pengalaman sehari-hari dan pergaulan kita. Jadi, teruslah berkarya di bidang yang kita kuasai dan kita senang. Contohnya adalah anggota DPR yang kini banyak diwakili oleh wanita. Ini jelas merupakan sebuah kebanggaan,” tegasnya.

 

Perjalanan Karir

Dra. Farida mengawali perjalanan karirnya dengan membuka usaha SPBU tahun 2001. Kemudian berlanjut ke dunia properti tahun 2002. “Saya memulai usaha tahun 2001 di retail Pertamina hingga sekarang dengan bendera PT. Wanudya Pasopati. Posisi saya sebagai Direktur,” ungkapnya.

Usaha Dra. Farida mulai bertambah ketika ia memutuskan terjun ke bisnis properti dan restoran. “Saya mulai bisnis properti tahun 2002 hingga 2010. Proyeknya di sekitar Kota Bogor, seperti Pasar Anyar, Pasar Merdeka, Gedung Olah Raga, Pembangunan Ruko di pulau Armen, dan Perumahan Tanah Baru Indah (TBI), Bogor Timur,” ungkapnya. Selain itu, Dra. Farida juga membeli Franchais Ayam Goreng Fatmawati dari tahun 2000 hingga 2009.

Sejak sang Suami tercinta, Dr Rohadji (alm) meninggal tahun 2008, Dra. Farida memutuskan melepas bisnisnya di properti dan restoran. Kini, ia fokus di organisasi Sosial dan Kesehatan, yaitu Ikatan Istri Dokter Indonesia (IDI) dari tahun 1978 hingga sekarang. Bahkan, ia dipercaya menjadi Ketua 2 Periode 2018 – 2021.

Dra. Farida memulai semuanya dari nol, baik bisnis maupun kuliah. “Saya mulai usaha dari awal setelah menikah. Awalnya saya bukanlah siapa-siapa. Saya memang berniat ketika anak ketiga lahir, baru saya mulai berkarir. Kiprah pertama saya ketika ikut sebagai pengurus IIDI cabang Bogor. Kedua, saya kembali kuliah lagi jadi kuliah S1 Jurusan Ekonomi dan S2 Jurusan Komunikasi di Institut Pertanian Bogor,” kenangnya.

Ketika ditanya kunci sukses, bagi Dra. Farida semua sukses hanya bisa diraih melalui kerja keras. “Kunci kesuksesan terletak bagaimana kita menjadi diri kita sendiri. Bagaimana kita mengembangkan sumber daya yang kita miliki. Alhamdulillah saya juga selalu disupport oleh suami dan anak-anak,” jawab ibu dari empat anak yang sukses menjadi dokter, yaitu dr. Fara Vitantri Diah Candrani. SpOG(K) Onk; dr. Dewi Ratih Cahyani. Sp.S; dr. Trihening Rahayatri. SpB, SpBA; dan drg. Alaena Medina Handadari. S.KG.

Selain sosok Kartini, ada tokoh wanita lain yang menjadi inspirasi Dra. Farida. “Sosok pertama yang selalu menginspirasi dalam kehidupan dan usaha adalah ibu kandung saya, Siti Samsinar. Beliau seorang pengusaha SPBU, sekaligus organisatoris sebagai ketua Perwari provinsi Lampung. Sosok lain yang saya kagum adalah dosen saya, yaitu Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala S Hubeis. Terakhir, saya juga terinspirasi Ibu Sri Mulyani,” tuturnya.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *