JX0A8669

dr. RR. Friska Fitri Ramadayanti, Sp.PD

Menjadi Pribadi yang Lebih Baik & Bermanfaat

Banyak anak yang ketika kuliah memilih suatu jurusan, karena terinspirasi profesi orang tua. Salah satunya adalah dr. RR. Friska Fitri Ramadayanti, Sp.PD. Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini sejak kecil melihat bagaimana kedua orang tuanya melayani dan melayani masyarakat. Maka tidak heran jika dr. Friska, panggilan akrabnya, memilih mengikuti profesi mulai tersebut.

“Sebagai anak dari kedua orang tua yang berprofesi sebagai dokter, sejak kecil saya melihat keseharian kedua orang tua saat berpraktik. Mereka mendedikasikan hidup demi membantu sesama. Maka, saya pun bercita-cita untuk menjadi dokter. Saya melihat ada kepuasan dan kebahagiaan ketika dapat membantu orang yang membutuhkan. Setelah lulus menjadi dokter umum, saya kemudian mengambil Spesialisasi di bidang Penyakit Dalam, karena bidang tersebut hampir menangani berbagai macam penyakit yang tidak membutuhkan tindakan ataupun non bedah,” jelasnya.

Ada banyak keistimewaan dari dunia kedokteran. Salah satunya tentu saja terkait pengetahuan dan keterampilan mengenai sistem di dalam tubuh manusia. “Selain itu, dokter bisa mengetahui jika terdapat tanda kelainan dari organ dan sistem tubuh. Istimewanya lagi, jika ada keluarga yang sakit, kita bisa merawat dan mengobati tanpa menunggu kondisi parah. Seorang dokter juga terus belajar dari kasus dan pengalaman sehingga semakin mengenal sistem tubuh dan jenis penyakit, serta memiliki kebanggaan tersendiri yaitu dapat menolong orang lain dengan tepat,” ujarnya.

 

Kunci Sukses & Inspirasi

Memiliki tekad kuat untuk dapat mencapai hal yang diinginkan, menjalani segala sesuatu dengan penuh semangat dan fokus. Prinsip hidup tersebut dipegang dokter cantik kelahiran Denpasar, 9 Mei ini, sehingga bisa meraih sukses. “Saya selalu merefleksikan apa yang telah dilakukan agar menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Kita juga tidak perlu menghiraukan perilaku dan perkataan yang tidak baik. Lebih baik ambil sisi positif. Bila kritik itu membangun, maka hal tersebut perlu kita benahi. Kita juga bisa belajar dari pengalaman orang lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, kesuksesan tentunya tidak lepas dari berkah Allah SWT sehingga penting untuk selalu berdoa dalam setiap langkah di kehidupan kita sehari-hari,” terangnya.

Prinsip dan kunci sukses tersebut ia dapatkan dari kedua orang tua. Namun, dr. Friska juga mengakui bahwa perjuangan sosok R.A. Kartini turut menginspirasinya. “Kartini memotivasi saya agar dapat hidup ini bermanfaat seperti perjuangan beliau. Seorang wanita harus tangguh, cerdas, dan dapat hidup tanpa tergantung dengan orang lain. Di sisi lain, Kartini mengajarkan agar wanita tidak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang ibu dan istri,” tuturnya.

Maka tidak heran, dr. Friska pun ingin turut menginspirasi masyarakat melalui pekerjaannya sebagai seorang dokter spesialis. “Saya menginspirasi masyarakat untuk lebih mengenal dan tertarik dengan dunia pekerjaan saya dengan melakukan pekerjaan secara profesional. Masyarakat akan antusias dan tertarik Ketika ada hasil positif dari pasien maupun keluarga pasien. Seorang dokter juga menginspirasi mengenai sikap rela berkorban dan tenggang rasa dengan orang lain, misalnya berempati, mendengarkan keluhan serta memberikan solusi terbaik. Sikap rela berkorban dibuktikan ketika para tenaga kesehatan tetap bekerja secara profesional menghadapi pandemi Covid-19 meski menghadapi risiko terpapar penyakit tersebut,” imbuhnya.

Wanita Indonesia juga kini memiliki kesempatan yang sama dengan kaum pria. Wanita sebaiknya bisa mandiri dan sukses atas kerja kerasnya. Namun tetap menjalani kodratnya sebagai perempuan untuk mengayomi keluarga. “Wanita Indonesia haruslah cerdas agar bisa memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya. Wanita karier dan mandiri berawal dari niat dan bagaimana lingkungan serta pandangan masa kecil mendidik kita. Saya dibesarkan oleh sosok seorang ibu yang menjadi wanita karier dan dapat mengurus rumah tangganya dengan baik. Hal ini memberikan pengalaman dan pemikiran serta perilaku sukses dan mandiri bagi saya. Selain itu, memperluas dunia pergaulan, banyak membaca dan menggali ilmu pengetahuan, akan membuat kita menjadi lebih baik serta dapat berjuang sendiri,” tuturnya.

 

Harapan untuk Dunia Kesehatan Indonesia

Memperingati Hari Dokter Nasional pada Oktober 2021, dr. Friska berharap agar seluruh masyarakat dapat mengakses fasilitas maupun layanan kesehatan sesuai kebutuhan. “Semoga fasilitas di pelosok terus diperhatikan dan diperbaiki disertai keringanan biaya kesehatan maupun terobosan dalam pemberian layanan kesehatan. Pemerataan sumber daya dokter juga harus dilakukan agar tidak terkumpul di daerah perkotaan. Salah satunya adalah dengan adanya kemudahan biaya sekolah kedokteran dari pemerintah bagi masyarakat kurang mampu dan juga kontrol biaya pendidikan kedokteran sehingga tidak memerlukan membutuhkan pengeluaran yang fantastis,” harap Ketua Satgas COVID 19 RSUD Srengat Kabupaten Blitar.

Dunia kesehatan di Indonesia secara keilmuan tidak berbeda dengan negara lain. Tingkat keilmuan para dokter spesialis dan konsultan dapat dikatakan setara, bahkan ada yang diakui kehebatannya oleh dokter di luar negeri. “Fasilitas kesehatan perlahan mulai diperbarui sesuai teknologi di bidang kedokteran. sayangnya masih belum secepat di luar negeri, terutama di daerah non perkotaan. Adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mampu meringankan masyarakat mendapat akses layanan kesehatan. Meski perlu perbaikan, dunia kesehatan di Indonesia sudah lebih baik,” ujarnya.

Di masa pandemi, dr. Friska juga berharap para rekan sejawat selalu diberikan kesehatan dan perlindungan. “Tenaga kesehatan tetap bekerja dan bertanggung jawab serta saling membantu tanpa mengabaikan keselamatan pribadi dan keluarga. Pemerintah dalam penanggulangan pandemi, selain dengan memberikan layanan Kesehatan, juga selalu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kepatuhan dalam protokol kesehatan dan memberikan wawasan serta edukasi,” imbuhnya.

 

Tips sehat di masa pandemi

  1. Jalani protocol Kesehatan 6 M mulai dari sendiri dan keluarga, yaitu dengan menjaga jarak minimal 1 meter, memakai masker, mencuci tangan setiap setelah dan akan memegang sesuatu, membatasi mobilitas dengan meminimalisir bepergian, menghindari kerumunan, serta menghindari makan bersama.
  2. Jika memiliki gejala, sebaiknya segera diperiksa dan jangan ditunda. Apalagi bila gejala mengarah ke Covid-19 dan lakukan isolasi mandiri agar tidak menularkan ke orang lain, termasuk keluarga serumah.
  3. Lakukan vaksinasi. Apabila memiliki penyakit atau kondisi tertentu, silakan berkonsultasi ke dokter spesialis.
  4. Konsumsi makanan bergizi, teratur berolahraga setidaknya 3-5x per minggu, cukup istirahat, hindari stress, serta kurangi maupun hindari kebiasaan merokok.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *