125 - dr Evi Arifin copy

dr. Evi Mustikawati Arifin, SpKK, M.Kes, FINSDV

Menjadi Dokter Adalah Panggilan Hati

Profesi dokter sangat erat kaitannya dengan kemanusiaan yang tinggi. Seorang dokter harus mementingkan keselamatan pasien dibandingkan keselamatan dirinya. Sama seperti dokter yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19. Selain pekerjaannya yang mulia, profesi ini juga memiliki nilai prestisius mulai dari segi keahliannya, hingga prospek karier yang menjanjikan.

Bagi dr. Evi Mustikawati Arifin, SpKK, M.Kes, FINSDV., menjadi dokter adalah panggilan hati. “Orang tua mendukung pilihan saya menjadi dokter, karena profesi dokter mempunyai tujuan mulia bagi masyarakat. Dokter mampu meringankan sakit, penderitaan fisik, psikis, dan sosial pada pasien dan masyarakat,” kenangnya.

Ketika selesai menjalani masa bakti sebagai dokter PTT di pedalaman kalimantan timur, dr. Evi ingin melanjutkan pendidikan menjadi dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) atau dokter kandungan. Tapi setelah beberapa pertimbangan dan berdiskusi dengan suami, dr. Evi memutuskan memilih spesialis Kulit dan Kelamin. “Suami saya seorang dokter Spesialis Anak. Karena jadwal dokter Obgyn yang padat, suami kurang setuju. Kebetulan waktu itu, anak kami masih balita sehingga saya memutuskan memilih dokter spesialis Kulit dan Kelamin di FK Universitas Hasanuddin, Makassar. Salah satu tugasnya adalah menangani beragam masalah kesehatan kulit dan kelamin, baik pada pria maupun wanita,” imbuh Founder & Owner DR.V Skin Clinic & Samarinda Skin Center.

Seorang dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (SpKK/SpDV) berperan dalam menangani dan mengobati. Bukan hanya berbagai kondisi atau penyakit pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir (lapisan di dalam mulut, hidung, dan kelopak mata) atau permasalahan pada kelamin. “Namun juga memberikan pelayanan kosmetika serta berkompetensi untuk melakukan prosedur kosmetik seperti botox, filler, tanam benang, tindakan laser, dan masih banyak lagi. Tindakan ini bertujuan agar penampilan terlihat ampil lebih cantik, lebih ganteng dan Nampak awet muda,” tuturnya.

 

Kunci sukses di mulai dari diri sendiri

Bagi dr. Evi, kesuksesan dimulai dari diri sendiri. “Kunci sukses di mulai dari diri sendiri. Mulailah dengan membangun kepercayaaan diri. Kemudian selalu semangat berusaha, berdoa dan bersyukur. Hal lain adalah pelengkap, misalnya menerapkan teori ataupun keterampilan dari ilmu yang dimiliki dan bekerja secara profesional,” jelas istri dari dr. Bambang Surif, SpA.

Kesuksesan yang didapat dokter cantik, berdarah “ wija to luwu”  sulawesi selatan kelahiran 31 Juli ini merupakan bukti bahwa wanita Indonesia memiliki kesempatan yang sama di berbagai bidang, mulai dari pendidikan menjadi dokter hingga memilih menjadi seorang wanita karir. “Semua orang, termasuk wanita berhak memiliki cita-cita, berkarir dan sukses. Kita mempunyai potensi yang berbeda. Jadi kita harus mengenal dan menggali potensi diri agar bisa bekerja, eksis dan mandiri. Semua akan terwujud bila mau berusaha keras untuk mencapainya,” ungkapnya.

Ilmu kedokteran terus berkembang sehingga dokter diharuskan belajar seumur hidup. Up date pengetahuan adalah sebuah keharusdan agar dapat memberikan yang terbaik untuk pasien, sekaligus bersaing sehat dalam usaha dan karir dijalani. “Saya ingin menginspirasi para wanita Indonesia bahwa kita itu mampu. Wanita indonesia tidak hanya berurusan dengan dapur dan kasur. Kita adalah Kartini Modern yang tangguh, mampu berkarir, berkompetisi, dan mandiri tanpa melupakan tugas utama kodrat utama sebagai ibu ataupun istri,” tegasnya.

Sesibuk dan sesukses apapun seorang Wanita karir, tetap tidak bisa melupakan kodratnya. “Sebagai ibu, istri, dokter, dan juga dosen, saya harus pandai membagi waktu dan menentukan skala prioritas. Bagi saya, keluarga menjadi prioritas nomor satu dan utama. Bila anak-anak atau suami saya meminta perhatian atau meminta saya untuk berhenti sejenak dari kesibukan, maka akan saya lakukan. Dengan demikian, keluarga akan lebih mendukung karir sehingga kita akan tenang, lancar dan In syaa Allah berkah,” terang ibu dari A.M. Fadel Bambang; A.M. Fitrah Ramadhan B.; dan A. Azzahra Kayla Humaira B.

 

Hari Dokter Nasional

Hari Dokter Nasional tahun ini menjadi tahun kedua pandemi melanda Indonesia. Banyak perubahan dalam tatanan kehidupan, termasuk di bidang kedokteran. “Layanan kesehatan offline mengalami gangguan sehingga banyak yang beralih menjadi online. Hal ini menandakan teknologi kesehatan terus berkembang. Selain aplikasi kesehatan, berbagai teknologi di bidang kesehatan juga lahir untuk mempermudah pasien. Diharapkan standar mutu pelayanan rumah sakit lebih baik,  penyebaran jumlah dokter spesialis dan pendapatan dokter merata,” jelasnya.

Di sisi lain, perkembangan sektor kesehatan di Indonesia terlihat tumbuh tidak maksimal. Sebagai contoh, standar mutu pelayanan rumah sakit masih belum tertata dengan baik, jumlah dokter khususnya spesialis masih sedikit, penyebaran dan pendapatan dokter tidak merata, sebagian dokter rendah pendapatannya, indikator kinerja lembaga pelayanan kesehatan belum dipergunakan secara maksimal. “Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 silam menyebabkan perubahan di berbagai aspek kehidupan, terutama yang sangat berpengaruh signifikan dalam aspek kesehatan masyarakat. Akibatnya, pelaksanaan program bidang kesehatan kini terfokus pada penanganan Covid-19. Banyak program kesehatan yang tertunda. Hidup harus tetap berlanjut, semoga pandemi segera berakhir,” tegasnya lagi seraya berharap rekan sejawat  tetap semangat memberi pelayanan ke masyarakat dengan mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *