_BP_9021

Dr. dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV

Kemanusiaan Itu Universal

Dokter masih menjadi profesi yang memiliki nilai lebih di masyarakat. Dokter merupakan pekerjaan mulia karena dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Suatu tugas yang bersifat kemanusiaan. Apalagi jika sudah menjadi seorang dokter spesialis. Seorang dokter harus mempersiapkan diri agar mampu mengemban tugas yang begitu besar dan berat, bahkan Ketika ditugaskan di daerah terpencil.

Selain profesi mulia, dokter menjadi profesi yang cukup menjanjikan dalam hal finansial. Namun, perlu diingat bahwa nilai pekerjaan tidak ditentukan dari jenis pekerjaannya. Melainkan bagaimana memperlakukan orang lain sebagai customer. Semua pekerjaan yang memuliakan orang lain sesungguhnya adalah pekerjaan. Hal ini dipegang teguh oleh sosok dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV

“Saya memutuskan menjadi seorang dokter, karena dokter adalah profesi mulia. Seorang dokter bisa menghasilkan rejeki sambil menolong sesama. Saya memilih untuk mendalami ilmu kesehatan kulit dan kelamin atau dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Alasannya, karena saya suka karena semua hal mengenai kulit. Kita bisa langsung melihat perbaikan kulit atau kesembuhan kulit pasien setelah kita obati. Termasuk juga sekarang dominan menangani masalah kecantikan, jerawat, flek hitam dan peremajaan kulit,” ungkapnya.

Menangani masalah kulit dan kecantikan merupakan suatu hal istimewa. “Kita tidak hanya menangani masalah kulit sebagai suatu penyakit. Tapi masalah kulit ini sangat berpengaruh pada jiwa, kepercayaan diri. Bahkan sampai berpengaruh pada jodoh, pekerjaan dan masa depan pasien. Di saat kita bisa mengobatinya, ada kepuasan tersendiri bagi saya karena bisa menolong hidup seseorang. Apalagi saat ini zaman sosial media, tempat orang untuk selalu pamer wajah. Jadi akan terasa minder bagi yang punya masalah kulit wajah,” jelasnya.

Inspirasi Dokter Darma, begitu ia akrab disapa, berasal sosok Chairul Tanjung. Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia yang kini dikenal sebagai seorang pengusaha sukses. “Beliau merupakan seorang dokter gigi yang bisa menjadi pengusaha sukses. Beliau memiliki prinsip-prinsip kebaikan dan memiliki networking yang luas,” tutur Dr. Darma yang juga aktif di HIPMI.

 

Kunci Kesuksesan   

Setiap orang memiliki kunci menuju kesuksesan. Bagi Dokter kelahiran Melaya, 18 Januari ini, kunci sukses berasal dari persiapan matang sebelum bertindak dan melakukan sesuatu. “Saya selalu berpikir selangkah lebih ke depan, dan selalu mempersiapkan rencana dengan matang sebelum mengerjakan sesuatu. Selain itu, saya memiliki banyak teman lewat jalur organisasi pengusaha dan profesi dokter,” jelas suami dari Mirah Kristina Agung, ST.

            Sebagai seorang dokter dan pengusaha klinik kecantikan, Dokter Darma ingin menginspirasi, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan. “Saya sering berkomunikasi melalui artikel di media berita online serta membuat edukasi kesehatan dan kecantikan di sosmed pribadi dan usaha. Hal yang ingin saya inspirasikan bahwa dokter adalah profesi yang mulia dan memiliki sumpah utama untuk membantu pasien seperti membantu saudara sendiri. Tidak ada dokter yang punya niat mencelakai pasien. Jadi, apabila ada yang nggak sesuai dengan ini, hanya oknum-oknum tertentu. Tidak mewakili sebagian besar dokter yang menjunjung nilai mulia ini. Saya seorang dokter, sekaligus pengusaha, membuat saya saat berpraktik sebagai dokter, saya bisa menjunjung tinggi nilai-nilai membantu. Jika ada banyak pasien yang nggak mampu, sering saya berikan harga khusus. Walau bidang kecantikan, tidak semua memiliki uang yang banyak. Masalah kulit bukan lagi masalah orang yang hanya ingin tampil cantik. Tapi sudah menjadi kebutuhan standar semua orang,” tegas Founder/CEO DNI SKIN CENTRE.

Tidak hanya sebagai dokter dan pengusaha, Dokter Darma juga berperan sebagai suami dan ayah dari anak-anak. “Agar seimbang, saya mengatur waktu antara profesi dan keluarga. Saya selalu meluangkan waktu untuk bisa bersama keluarga. Terlebih saya juga pengusaha, jadi waktu saya lebih banyak bisa bekerja di mana saja dan mengurangi jadwal praktik pribadi,” ungkap ayah dari I Gusti Ayu Marsha Putri Darma, I Gusti Made Krisna Putra Darma, dan I Gusti Ayu Apzara Putri Darma.

 

Harapan Untuk Indonesia

Tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Namun sejak tahun 2020 lalu, peringatan kali ini pun dilakukan di tengah pandemi COVID-19. “Masa pandemi membuat semua orang makin sadar akan kebutuhan dokter. Semakin mengerti bahwa di saat semua orang takut penyakit, hanya dokter dan tenaga medis yang maju di garda depan dengan berbagai ketidakpastian. Harapan saya adalah masyarakat kembali mengenal dokter sebagai profesi penolong, bukan hanya materi. Saya juga berharap agar dunia kesehatan di Indonesia makin berkembang, termasuk layanan kesehatan digital dan memaksimalkan penggunaan artificial intelligent,” harapnya.

Selain harapan, Dokter Darma memberikan sedikit catatan pada dunia Kesehatan Indonesia. “Dunia kesehatan memang semakin berkembang. Namun perlu ditingkatkan untuk produksi lokal, karena bahan baku obat dan alkes masih 90% impor. Selain itu, penggunaan digitalisasi dunia kedokteran juga makin berkembang sehingga perlu penyesuaian juga dalam aturan-aturan bidang kesehatan,” ujar Dokter Darma seraya mengingatkan rekan sejawatnya agar selalu sehat serta saling bekerja sama tanpa memandang suku, agama dan ras, karena kemanusiaan itu universal.

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *