0ad8fe06-1455-49ad-8e13-1e9a5fb5fb4c

Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.KK (K) FINSDV

Mandiri, Berani & Cerdas

Usia muda bukanlah suatu halangan untuk meraih sukses. Hal ini dibuktikan oleh sosok Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.KK (K) FINSDV. Di usianya yang masih muda, dr. Lala, panggilan akrabnya, sudah membangun dua klinik kecantikan di Malang, yaitu Elbe Clinic dan Skin Level Clinic. dr. Lala merupakan putri semata wayang dan dibesarkan di keluarga akademisi, yaitu dr. Dadang Hendrawan SpJP (K) FIHA FICss dan Prof Dr Dewi Astutty Mochtar SH MS. Didikan dan arahan kedua orang tuanya membuatnya menekuni dunia kedokteran. “Sejak kecil saya cukup familiar dengan dunia kedokteran. Kebetulan ayah saya juga berprofesi sebagai dokter. Sebagai anak, tentunya ayah menjadi idola saya. Saya sering melihat ayah bekerja sebagai dokter dan juga melihat bagaimana perannya di bidang kemanusiaan. Itulah yang menjadi inspirasi saya untuk terjun ke dunia kedokteran,” kenangnya.

Inspirasi karir memang didapat dr. Lala dari sang ayah. “Beliau juga seorang Dokter Spesialis Jantung. Beliau sangat aktif di organisasi profesinya. Tentunya kita semua tahu bahwa seorang anak akan melihat sosok sang ayah sebagai pahlawan. Melihat ayah yang berprofesi sebagai dokter, apalagi perannya juga besar di komunitas, tentunya jiwa anak-anak saya bergelora juga untuk bisa menjadi hero seperti ayah saya,” tutur Dokter cantik yang memiliki semboyan Skin Care Is An Investment.

dr. Lala menyelesaikan S1-nya di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, dan mengambil Spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Airlangga, Surabaya. Ia menyelesaikan S3 dengan predikat cum laude di Universitas Airlangga. “Fokus saya, terutama di bidang infeksi, khususnya kusta. Sehari-hari saya banyak bertemu pasien dengan berbagai macam keluhan, baik itu penyakit kulit, masalah estetika, maupun infeksi menular seksual,” ungkap Penulis Hak Paten Pemanfaatan Ramata Kit (Rawat Mandiri Kusta) untuk Pasien, Buku Komik dengan judul Berantas Stigma Kusta, Buku Konsep Baru Skabies, dan Penyakit Kusta Sebuah Perpeksitf Klinis.

Seperti halnya dokter lain, dokter cantik kelahiran Malang, 14 Agustus ini, bertemu dengan banyak pasien dengan berbagai karakter dan golongan. Namun perbedaan tersebut, ia anggap sebagai keistimewaan sebagai dokter. “Seorang dokter tentu sering bertemu pasien dari berbagai golongan berbeda. Hal tersebut sangat berpengaruh pada karakter para dokter yang biasanya easy going dan mudah berbaur. Selain itu, perannya pun sangat erat di bidang kemanusiaan. Tidak heran jika Tokoh Kebangkitan Nasional kebanyakan adalah dokter. Dokter sering bertemu dengan masyarakat dari berbagai lapisan sehinga para dokter sangat paham dengan kondisi masyarakat di lingkungannya,” jelasnya.

 

Kunci Sukses, Peran Keluarga & Orang Tua

Kunci sukses tidak pernah lepas dari ikhtiar, doa, dan tawakal. Artinya, kerja keras disertai doa dan berserah diri pada-Nya. “Apa yang telah kita capai merupakan berkah dari Allah SWT, karena berkah dan rahmat-Nya kita bisa diberikan kemudahan dan kesabaran dalam menjalani profesi. Tentu semua kesuksesan tidak lepas dari peran orang tua yang telah mendidik dan mempersiapkan kita untuk menghadapi tantangan kehidupan, khususnya sebagai dokter,” imbuh owner Elbe Clinic dan Skin Level Clinic, Malang ini.

Dunia kedokteran memang sedikit berbeda. Jarang orang bisa mengetahui bagaimana kehidupan seorang dokter, bagaimana tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh para dokter, kecuali dokter lain dan keluarganya. “Namun seiring berkembangnya media sosial, banyak dokter, termasuk saya sendiri yang memberikan edukasi kesehatan sesuai bidangnya kepada masyarakat luas. Tidak jarang mereka juga menceritakan pengalaman selama mereka menjalani proses pendidikan dan sedikit tentang pekerjaan. Kami tentunya tidak bisa menceritakan banyak hal tentang pekerjaan kami, karena harus menjaga privasi pasien dan etika profesi kami,” jelasnya.

dr. Lala memang tidak sungkan mempublikasikan beragam aktivitasnya di akun media sosial. Namun yang membuatnya berbeda, akun sosmednya dijadikan ajang edukasi mengenai dunia kesehatan. Maka tidak heran jika, dr. Lala bersama dr. Listya Paramita, SpKK berhasil meraih penghargaan Rekor MURI atas rekor “Siaran Langsung Edukasi Kesehatan Kulit Terlama Melalui Instagram”.

Setiap wanita dikaruniai potensi masing-masing. Namun, potensi tersebut sangat dipengaruhi keluarga, lingkungan, dan pengalaman hidup. “Sedari kecil, saya diajarkan untuk mandiri, berani, dan cerdas dalam menilai potensi apa yang ada di sekitar saya. Saya juga diajarkan untuk selalu mengembangkan diri dan berani mencoba hal hal baru. Salah satu cara saya mengembangkan diri adalah dengan terus belajar sesuai bidang saya, dermatologi. Tentu bukan hal yang mudah. Terlebih ada keluarga dan anak yang juga membutuhkan perhatian saya. Tapi semangat saya terus berkembang menjadi dokter spesialis yang lebih baik. Saya juga ingin menjadi contoh bagi putra-putri saya merupakan alasan terbesar terus berkarir,” tegas  Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini.

Keluarga memiliki andil besar dalam semua kesuksesan dr. Lala. “Keluarga saya selalu memberikan support, dan selalu memberikan saran yang saya butuhkan untuk terus mengembangkan diri. Jadi, pesan saya untuk wanita Indonesia adalah pendidikan itu sangat penting. Bukan hanya untuk karir, tetapi untuk tugas kita yang lebih besar, yaitu mendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar ibu dua anak ini.

 

Harapan di Hari Dokter Nasional

Memperingati Hari Dokter Nasional, dr. Lala berharap masyarakat semakin memperhatikan dan mendukung program kesehatan di Indonesia. “Saya juga berharap peran pemerintah untuk mendukung pengembangan sistem kesehatan, fasilitas kesehatan dan pendidikan kesehatan di Indonesia. Pandemi ini membuka mata kalau sebenarnya apa yang kita miliki sekarang jauh dari sempurna. Bayangkan saja dalam kondisi normal, fasilitas kesehatan kita begitu penuh sesak oleh pasien. Ketika muncul kondisi luar biasa, fasilitas dan tenaga kesehatan kita benar engalami tekanan luar biasa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Semoga Indonesia cepat bebas dari wabah, dan semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan,” harap wanita cantik yang selalu menjadi speaker baik dalam dan luar negeri ini.

Meski dengan segala kekurangannya, dunia kesehatan Indonesia sudah mulai berbenah dan memunculkan banyak banyak inovasi. “Mungkin saat ini Indonesia belum memiliki sarana sebaik di negara lain. Tapi itu bukan suatu halangan, saya yakin di masa mendatang tentunya kekurangan kekurangan ini akan terus diperbaiki sehingga Indonesia bisa lebih berperan dalam perkembangan ilmu Kesehatan,” imbuhnya.

dr. Lala pun berharap agar para rekan sejawat untuk tetap bersemangat. “Pandemi adalah bentuk pengabdian kita untuk negara dan masyarakat. Tapi tetap harus menjaga kesehatan, karena kita sedang berperang melawan penyakit yang baru dan belum diketahui obatnya. Tetaplah sabar, jangan patah semangat, semoga kita bisa selamat melewati ini semua,” harapnya lagi.

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *