IMG_5670-2

dr. Apryani Asril, Dipl.CIBTAC

Sukses Berawal dari Mimpi

Profesi dokter merupakan profesi mulia. Profesi yang harus didasari dedikasi dan rasa kemanusiaan untuk membantu sesama. Passion untuk melayani dan komitmen dengan jiwa sosial tinggi.

Maka tidak heran jika banyak yang bercita-cita sebagai dokter. Salah satunya adalah  dr. Apryani Asril, Dipl.CIBTAC. “Cita-cita saya dari dulu memang ingin menjadi dokter. Alasannnya sederhana, waktu kecil saya senang dengan sosok dokter. Waktu SMA, saya lihat dokter ini pekerjaan yang penuh dedikasi kepada masyarakat. Dokter yang bisa mengobati sekaligus mengedukasi masyarakat. Alhamdulillah saya diizinkan untuk mengambil kuliah kedokteran dan diterima di salah satu universitas negeri. Saya bertugas sebagai dokter umum PTT di daerah terpencil dan di beberapa rumah sakit swasta. Tapi saya juga punya mimpi untuk membangun bisnis sendiri sehingga saya bisa berpraktik untuk menyalurkan passion di bidang estetik. Saya pun mengambil program khusus di bagian estetik dan wellness,” jelasnya.

Salah satu target dr. Ryan, panggilan akrabnya, adalah membangun bisnis berbasis produk atau pelayanan yang mengedepankan keamanan untuk pasien. “Kami fokus memberikan pelayanan di bidang estetik dan wellness, khususnya slimming. Produk kami dijamin aman dan halal, karena sudah lolos uji BPOM. Brand klinik kami memang menargetkan para Muslimah. Jadi, selain suasana hommy dan nyaman, perawatannya pun sesuai dengan syariat Islam,” ujarnya.

Visi dan misi Zeba Muslimah Slim & Skin Klinik (IG @zebaskincare; Phone 08111166682) adalah membantu masyarakat, terutama kaum hawa, yang ingin memiliki kulit sehat alami dan natural dengan produk yang dijamin kehalalan, tersertifikasi dan kandungannya sesuai dengan etika kedokteran serta indikasi medis. “Pasien yang kami tangani merupakan pasien dengan keluhan seputar kulitnya atau dengan gangguan obesitas. Selain secara medis, kami juga selalu memberikan edukasi mengenai gaya hidup sehat. Bagaimana cara mengatur pola hidup yang baik, istirahat yang cukup dan juga terapi sesuai dengan indikasi medisnya,” terangnya.

 

Bukan Sekedar Materi

Seorang dokter dididik untuk menjadi dokter yang berdedikasi dan melayani masyarakat. Tidak hanya mencari materi atau mengejar penghasilan. Sangat disayangkan ketika ada orang yang mengatakan bahwa pekerjaan dokter hanya tentang materi. Materi sebenarnya bukti penghargaan kepada dokter yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kepentingan pasien.

“Jiwa sosial dokter dibangun untuk memberikan pelayanan maksimal dengan ilmu yang telah Allah berikan. Kami berusaha mendapatkan ridha Allah melalui ilmu untuk membantu sesama. Rejeki adalah penghargaan untuk dokter. Kami berusaha mengaplikasikan ilmu ini, minimal untuk diri kita sendiri, keluarga terdekat, kemudian untuk masyarakat. Kebetulan suami saya juga seorang dokter dengan komitmen tinggi untuk kepentingan pasien. Makanya, terkadang keluarga bisa bergeser prioritasnya,” tutur istri dari seorang dokter Spesialis Anestesi, dr. Yudha.

Kunci kesuksesan menentukan bagaimana langkah dan cara yang akan dilakukan untuk meraihnya. Bagi dokter cantik kelahiran Bontang, 28 April ini, daya juang tinggi adalah kuncinya. “Kita harus memiliki mimpi apa yang ingin dicapai dengan ilmu kita punya. Ketika ingin menjalankan bisnis, kita harus mencari ridha Allah. Saat bekerja untuk orang lain, kita mengikuti cara kerja orang lain. Tapi kalau kita berwiraswasta, kita justru membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Jalankan bisnis sesuai syariat-Nya sehingga rejeki akan datang dengan sendirinya. Kunci kesuksesan selanjutnya adalah jujur terhadap diri kita sendiri,”terangnya.

Sebagai wanita karir, dr. Ryan juga ingin memberikan inspirasi bahwa wanita bisa meraih kesuksesan. “Sebagai seorang Muslimah, kita bisa tetap berkarya. Namun atas izin suami dan tanpa meninggalkan norma sebagai seorang perempuan. Kenali potensi yang ada dalam diri secara optimal. Latih diri kita untuk mandiri dan niatkan apa yang kita kerjakan untuk mencari ridha Allah. Kemudian, ikhtiar, berdoa, dan tetap tawakal apapun yang terjadi,” tegasnya.

Menjadi seorang dokter, sekaligus ibu rumah tangga memerlukan komitmen kuat dan keseimbangan. “Kita memiliki kewajiban untuk memperhatikan tumbuh kembang anak. Namun di sisi lain, kita harus berpikir mengembangkan bisnis. Jadi, kita memerlukan dukungan keluarga. Peran sebagai seorang istri, ibu rumah tangga, dan juga dokter, memerlukan keseimbangan. Bagi saya, suami saya pendukung nomor satu, baik dukungan psikis maupun moril. Kami saling berbagi beban dan saling mengisi. Ketika saya sedang bekerja, suami yang memperhatikan anak-anak. Intinya adalah bagaimana membagi waktu dan prioritas,” tegas ibu dari Fayyaz, Faza dan Zeeba ini.

Memperingati Hari Dokter Nasional, dr. Ryan berharap agar profesi kedokteran lebih mendapat penghargaan. Terlebih rekan sejawat yang bertugas di luar daerah dan terpencil. “Saya juga dulu bertugas di daerah terpencil. Jadi saya berharap agar kesehatan semakin baik. Terlebih saat pandemi yang menjaga garda depan adalah para tenaga kesehatan. Sebaiknya Pemerintah semakin concern dan memprioritaskan kesejahteraannya,” harapnya.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *