Dewi Anggraini

Dewi Anggraini

Kartini Modern Harus Memiliki Idealisme & Mandiri

Sosok Raden Ajeng Kartini merupakan sosok wanita yang hebat. Wanita yang mampu mengangkat dan memperjuangkan emansipasi wanita. Makna, Kartini merupakan sosok wanita dapat menyuarakan pendapat, mampu mengemukakan hal yang ingin disampaikan, dan memiliki kesempatan yang sama untuk menentukan pilihan serta memiliki kedudukan yang sama untuk menjadi pemimpin dalam suatu negara.

Berkat perjuangan Kartini, kaum wanita Indonesia kini dapat memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kaum pria. Namun, para Kartini Modern ini juga dituntut menjadi wanita yang berbudi luhur, pandai, dan berani. Budi luhur dan moral etika yang baik membuat wanita tidak kehilangan arah dalam menghadapi tantangan saat ini. Mereka memiliki dasar yang kuat untuk menjalankan hak dan kewajibannya.

Inilah gambaran sosok Kartini Modern bagi seorang Dewi Anggraini. “Kartini Modern Indonesia merupakan wanita milenial yang cerdas dan mempunyai akhlak yang baik. Mereka bukan saja bekerja untuk dirinya. Tapi juga mempunyai cita-cita untuk keluarga, masyarakat, dan negara agar hidup ini mempunyai arti sesuatu yang berguna untuk semuanya,” jelasnya.

Bagi wanita yang akrab dipanggil Yenni ini, Kartini yang berkarya merupakan wanita yang memiliki idealisme dan mandiri. “Kartini Modern merupakan wanita yang tidak hanya bisa menjadi ibu rumah tangga. Ia juga bagian dari masyarakat yang harus bersosialisasi dan mampu berkarya untuk mencukupi dirinya dan keluarganya,” ujar istri dari dr. Wahyu Setiakusumah.

Yenni tidak asal bicara. Bisa dikatakan jika Yenni merupakan salah satu cerminan dari sosok Kartini Modern. Sebagai seorang Ibu, ia berhasil mendidik kedua anaknya hingga meraih gelar dokter. Pun sebagai wanita karir, Yenny merupakan pengusaha wanita yang sukses. “Saya pernah menjadi kontraktor di Cirebon tahun 1993-1995. Setelah itu, saya pindah ke Jakarta. Usaha lainnya adalah jual beli rumah yang masih saya tekuni hingga sekarang. Lalu ada usaha kos-kosan sebanyak tiga unit, yaitu dua di Jakarta dan satu berada di Malang. Saya juga investasi sekaligus melakukan kegiatan social dengan membuka PAUD dan TK,” tutur ibu dari dr. Akbari Wahyudi kusumah, Sp.U dan drg. Dona Dewita Sp.Pros.

 

Inspirasi bagi Wanita Indonesia

Wanita kelahiran Bandar Lampung, 14 Mei ini, mengakui bahwa Kartini merupakan alasan utama wanita Indonesia, termasuk dirinya, dapat memperoleh hak yang sama dengan para pria. Namun bagi Yenni, ada sosok wanita lain yang menginspirasinya. Sosok tersebut tidak lain sang Ibu. “Ibu merupakan sosok wanita yang sangat mandiri dan bekerja keras. Ibu juga merupakan seorang wanita hebat. Ia selalu mendorong kami dan mendoakan kami. Selain itu, Ibu saya pekerja sosial dan pengusaha, bersama dengan ayah saya menjalani usaha tersebut. Kami memang berawal dari keluarga wiraswasta,” ungkapnya.

Maka, Yenni pun ingin turut memberikan inspirasi kepada wanita Indonesia lainnya. “Saya juga ingin memberikan inspirasi bagi wanita Indonesia untuk terus maju. Jadilah wanita yang hebat, berbakti pada keluarga, masyarakat dan negara. Tambah pengalaman dan terus belajar mencari ilmu, bekerja keras. Selebihnya, berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” imbuhnya.

Tidak lupa, Yenni memberikan saran kepada para Kartini Modern. “Bekerjalah. Jangan cepat merasa puas dengan apa yang sudah kita capai. Teruslah belajar dengan ilmu, bekerja keras serta jujur. Kita harus percaya diri dengan apa yang telah kita pelajari. Karena itu, belajarlah terus tanpa henti. Kesuksesan yang saya raih pun berkat kerja keras, percaya diri, dan tawakal,” tegasnya.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *